Sanggau, liputanaktual.id, 6 April 2025 — Sebuah gelombang kritik mengalir di media sosial terkait layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MTh. Djaman Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Warga menyoroti berbagai aspek layanan, mulai dari ketersediaan obat untuk pasien BPJS hingga akses fasilitas umum seperti kamar mandi dan kursi roda.
Postingan di Facebook menjadi pusat perhatian setelah sejumlah warga mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan saat berobat. Salah satu pengguna media sosial, yang tidak disebutkan namanya, menulis:
*”Saya heran, setiap berobat ke sini gunakan BPJS selalu disampaikan bahwa obat kosong, lalu disuruh membeli di apotek swasta. Harga obat di sana jauh lebih mahal. Ini bukan hanya beban finansial, tapi juga ketidakadilan layanan publik.”*
Postingan itu langsung memicu reaksi warganet, dengan mayoritas menuduh RSUD MTh. Djaman “bermain” dengan apotek swasta. Banyak yang mempertanyakan transparansi pengelolaan logistik obat dan kewajiban rumah sakit dalam memastikan kebutuhan medis pasien terpenuhi tanpa memaksa mereka keluar biaya tambahan.
Di sisi lain, seorang warga lain mengeluhkan larangan keluarga pasien untuk menggunakan kamar mandi di dalam rumah sakit.
*”Gimana lah ceritanya? Datang ke sini rawat inap tapi mau mandi di toilet tidak boleh. Kita tidak punya keluarga atau rumah di sini. Masa iya harus balik ke kampung dengan jarak 5 jam hanya untuk mandi?”* tulisnya.
Cuitan ini pun memicu ratusan komentar, sebagian besar mendukung dan meminta pihak rumah sakit segera meninjau ulang kebijakan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD MTh. Djaman, Bassilinus, saat dikonfirmasi Rabu 6 Mei 2026 menjelaskan bahwa fasilitas kamar mandi memang diperuntukkan bagi pasien dan keluarga pasien dan itu boleh digunakan
Soal ketersediaan obat, ia mengakui bahwa masih ada beberapa jenis obat yang belum tersedia dari pemasok.
*”Ada beberapa jenis obat yang belum tersedia karena proses pengadaan dari pihak ketiga. Kami terus berupaya mempercepat pengadaan dan koordinasi dengan BPJS Kesehatan serta pihak penyedia obat agar tidak terjadi kekosongan stok,”* tambahnya.
















